Dukcapil Siap Hadapi Proses Perpindahan PNS ke Ibu Kota Baru RI

Jakarta – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri), Prof. Zudan Arif Fakrulloh menyatakan pihaknya siap menghadapi proses perpindahan pegawai negeri sipil (PNS) ke Ibu Kota Negara RI dari Jakarta ke Kalimantan Timur. 

“Dalam perspektif kependudukan kan harus diurus, bagaimana 800 ribu (jumlah PNS pusat yang akan dipindahkan) ini akan mulai langsung berpindah semuanya atau tidak. Kan otomatis mereka butuh KK baru, KTP-el baru, Kartu Identitas Anaknya baru. Atau berpindah bertahap dan nanti diikuti pindah sekolah anaknya atau suami atau istrinya ikut berpindah juga,” katanya menjelaskan dalam live talk show “Profit” di chanel CNBC pukul 11.00 WIB, Selasa (10/09/2019).

Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan strategi dengan pelayanan ala jemput bola. Front desk akan disiapkan di kantor-kantor pemerintahan yang pegawainya mau dipindahkan sehingga PNS tidak perlu datang ke Dinas Dukcapil.

“Kita bisa menyiapkan front desk khusus bagi PNS tidak perlu datang ke Dinas Dukcapil, kami yang datang ke kantor-kantor pemerintah itu,” ujarnya.

Selanjutnya sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN), Prof. Zudan juga punya pandangan tersendiri soal rencana kepindahan aparatur sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Negara RI yang baru itu.

Menurutnya, dalam perspektif yang lebih luas, memindahkan ibu kota tidak hanya memindahkan para ASN, tapi memindahkan kehidupan para ASN atau PNS itu sendiri.

“Berbicara ibu kota negara baru, kita tidak sekadar berbicara para ASN, tapi berpindahnya anak-anak dan suami atau istri para ASN. Saya mengatakan ini secara perspektif yang lebih besar, itu berubahnya kehidupan,” kata Zudan 

Oleh karena itu, usul Zudan, perpindahan tersebut harus memiliki perencanaan matang. Perlu digamblangkan desain pemerintahan seperti apa yang akan dibangun sehingga desain PNS-nya menjadi tepat.

“Harus didesain betul pemerintahannya seperti apa, sehingga kita butuh PNS seperti apa. Karena sekarang kan jamannya millenial, tidak tentu bekerja itu bisa dari kantor, bisa darimanapun dengan digital signature,” jelasnya.

Kemungkinan, Zudan memperkirakan, PNS yang berpotensi untuk berpindah adalah PNS yang usianya masih relatif muda. Apalagi bila PNS tersebut belum berkeluarga.

“Kalau kami memprediksi desain PNS yang berpindah, kemungkinan adalah PNS yang berusia muda. Mengapa? Karena kalau yang tiga tahun lagi mau pensiun, atau dua tahun lagi mau pensiun, itu riskan karena secara psikologis mereka sudah susah beradaptasi dengan lingkungan baru,” tuturnya.

http://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/208/dukcapil-siap-hadapi-proses-perpindahan-pns-ke-ibu-kota-baru-ri?fbclid=IwAR0ifWdUvgcw2PYXYoUjlissK505uCgSQYVa5rOpf40TtNnosEM8lVHSeDw