Bimbingan Teknis Pengelola Kependudukan

Jakarta – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri), Zudan Arif Fakrulloh, memberikan arahan dan sekaligus membuka secara resmi Angkatan I Bimbingan Teknis Pengelola Data Kependudukan bagi Aparat Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun di Grand Kemang Hotel Jalan Kemang Raya No. 2H, Jakarta Selatan (11 Maret 2019).

Dirjen. Dukcapil, menegaskan semangat kita adalah melakukan pelayanan terbaik yang membahagiakan masyarakat. Oleh karena itu, Dirjen.Dukcapil mengajak seluruh peserta untuk memastikan 14 langkah besar benar-benar dilaksanakan. Ke-14 langkah besar adalah :
1. Pelayanan terintegrasi 3 in 1, 4 in 1, sampai 6 in 1. Layanan dalam 1 paket (Akta Lahir, KIA; KTP-el, KK, akta Kematian; KTP-el, KK, Akta Perkawinan);
2. Pembuatan KTP-el tanpa pengantar RT/RW, Desa/ Kelurahan. Cukup dengan membawa Foto Copy KK;
3. Perekaman dan Pembuatan KTP-el yang tidak merubah elemen data, boleh dibuat di luar domisili;
4. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) untuk percepatan cakupan akta kelahiran;
5. Bangun ekosistem, bahwa data dan dokumen kepen-dudukan digunakan untuk semua keperluan;
6. Akta Kelahiran Online;
7. Pemanfaatan data kependudukan untuk semua keperluan masyarakat dalam mengakses layanan;
8. Pindah penduduk tidak perlu pengantar RT/RW, Desa/Kelurahan dan Kecamatan. Cukup datang ke Dinas Dukcapil dengan membawa KK;
9. Penyajian data penduduk sampai tingkat Desa/Kelurahan menggunakan teknologi Geographic Information System (GIS);
10. Face Recognation dengan foto dan data KTP-el untuk penegakan hukum;
11. Pendirian Program Diploma 4 Dukcapil kerjasama dengan Fakultas Hukum, Universitas Sebelas Maret Surakarta untuk menciptakan SDM Dukcapil yang profesional;
12. Tindakan afirmatif/kemudahan pelayanan bagi pemilih pemula, suku Baduy, Papua, Lapas, orang sakit;
13. Pemberian identitas untuk semua usia, KTP Elektronik dan Kartu Identitas Anak; dan
14. Dukcapil Go Digital, yaitu semua dokumen ditandatangani secara elektronik.

Terkait Dukcapil Go Digital. Dirjen Dukcapil mengarahkan, “Teknologi informasi dan komunikasi telah berubah semakin canggih. Oleh karena itu, kita harus melakukan lompatan seiring ditemukan varian teknologi terbaru yang begitu cepat”.

Dirjen. Dukcapil menjelaskan, “Penerapan Dukcapil Go Digital bukan sekadar memindahkan dari kertas ke komputer, melainkan kita berpikir digital dan bergerak digital”.

Lebih lanjut, Dirjen. Dukcapil menjelaskan “Saya membayangkan suatu saat akan ada ATM Dukcapil. Masyarakat yang membutuhkan layanan administrasi kependudukan cukup datang seperti dia mendatangi ATM.
Hanya saja ini namanya Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). Penduduk cukup menekan tuts monitor dan mengikuti perintah mesin anjungan, maka akan keluar layanan kependudukan seperti Kartu Keluarga, Akte Kelahiran dan dokumen administrasi kependudukan lainnya”.