KIA (KARTU IDENTITAS ANAK)

DASAR HUKUM

  1. Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
  2. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan,  sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 24 tahun 2013.
  3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak.

PENGERTIAN

Bahwa pada saat ini anak berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah tidak memiliki identitas penduduk yang berlaku secara nasional dan terintegrasi dengan Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan, sehingga dipandang perlu adanya penerbitan Kartu Identitas Anak yang selanjutnya disingkat menjadi KIA. KIA adalah Identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah yang nantinya ditertibkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota Pemerintah menerbitkan KIA bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan public serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga Negara Indonesia.

Dalam Penerbitan KIA tidak perlu dilakukan perekaman data kependudukan sebagaimana penerbitan KTP Elektronik namun setelah memasuki usia 17 tahun harus mengikuti perekaman guna diterbitkanya KTP Elektronik pengganti KIA. Kartu Identitas Anak (KIA) berisikan nama, alamat, nama orang tua, nomor kartu penduduk, dan sejumlah identitas diri lainnya.

Penerbitan KIA adalah pengeluaran KIA baru, atau penggantian KIA karena habis masa berlakunya, pindah datang, rusak atau hilang.

MANFAAT KIA

a. Sebagai bentuk pemenuhan hak anak.

b. Untuk persyaratan mendaftar sekolah.

c. Untuk keperluan lain yang membutuhkan bukti diri si anak contohnya untuk data identitas membuka tabungan dibank.

d. Untuk mendaftar BPJS

e. Proses identifikasi jenasah dengan korban anak-anak dan juga untuk mengurus klaim santunan kematian.

f. Pembuatan dokumen keimigrasian.

g. Mencegah terjadinya perdagangan anak.

PERSYARATAN PENERBITAN KIA

  1. KIA diterbitkan untuk anak berusia 0-17 tahun (kurang 1 hari)
  2. Bagi anak di bawah usia 5 tahun, KIA diterbitkan bersamaan dengan penerbitan kutipan akta kelahiran
  3. Anak dibawah usia 5 tahun, tetapi sudah memiliki akta kelahiran dan belum mendapatkan KIA, maka penerbitan KIA harus memenuhi syarat sebagai berikut :
  4. Fotokopi kutipan akta kelahiran
  5. Fotokopi Kartu Keluarga
  6. Fotokopi Ktp-el kedua orangtua
  7. Foto berwarna dengan background bebas polos, ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar
  8. Anak usia 5 tahun sampai dengan 17 tahun kurang 1 (satu) hari, maka penerbitan KIA harus memenuhi syarat sebagai berikut :
  9. Fotokopi kutipan akta kelahiran
  10. Fotokopi Kartu Keluarga
  11. Fotokopi Ktp-el kedua orangtua
  12. Foto berwarna dengan background bebas polos, ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar
  13. Penerbitan KIA yang hilang atau rusak, pemohon harus melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian atau melampirkan KIA yang rusak.
  14. Penerbitan KIA bagi pemohon yang pindah datang setelah berlaku syarat syarat seperti penerbitan KIA baru, dengan dilampiri surat keterangan pindah datang / KK baru

Masa Berlaku KIA :

  1. Bagi anak usia kurang dari 5 tahun, berlaku sampai dengan usia 5 tahun, berlaku sampai dengan usia 5 tahun
  2. Bagi anak usia di atas 5 tahun, berlakunya sampai dengan usia 17 tahun kurang 1 (satu) hari

Tempat Penerbitan KIA :

  1. KIA diterbitkan oleh Disdukcapil Kabupaten Cilacap, melalui UPTD Pelayanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil di maisng-maisng wilayah kerjanya ;
  2. UPTD Cilacap Kota, meliputi Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap Tengah, Cilacap Utara, Adipala dan Kampunglaut.
  3. UPTD Kroya, meliputi Kecamatan Nusawungu, Binangun, Kroya, Sampang dan Maos.
  4. UPTD Jeruklegi, meliputi Kecamatan Kesugihan, Jeruklegi, Bantarsari dan Kawunganten.
  5. UPTD Sidareja, meliputi Kecamatan Gandrungmangu, Sidareja, Patimuan, Cipari
  6. UPTD Majenang, meliputi Kecamatan Wanareja, Majenang, Cimanggu, Dayeuhluhur